DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kabut asap kembali menyelimuti kawasan perbatasan Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026) pagi.
Kondisinya dilaporkan lebih pekat dibandingkan sehari sebelumnya, dengan jarak pandang saat subuh diperkirakan hanya sekitar satu meter.
Yanti, warga Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, yang rumahnya berada di sekitar perbatasan Pandahan dan Pengayuan, Banjarbaru. menuturkan kabut asap sudah sangat pekat sejak waktu subuh.
Bahkan, hingga lewat pukul 05.00 Wita, jarak pandang di kawasan tersebut masih sangat terbatas, diperkirakan hanya sekitar satu meter.
Kondisi itu membuat pengendara sepeda motor maupun mobil harus meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan perbatasan, terutama di sekitar Tugu Perbatasan Pandahan–Pengayuan.
“Subuh tadi kabut asap sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar satu meter,” tutur Yanti yang juga anggota Pengayuan Rescue ini.
Menurut dia, kondisi mulai berangsur membaik setelah pukul 06.00 Wita. Kabut asap perlahan menipis dan jarak pandang terus membaik seiring pagi berjalan.
Meski demikian, perubahan kondisi tersebut tidak menghilangkan risiko bagi pengguna jalan yang melintas ketika kabut masih tebal.
Diimbau Tak Memaksakan Perjalanan
Dengan jarak pandang yang sangat terbatas, pemangku kepentingan di daerah ini mengimbau pengendara mengurangi kecepatan secara signifikan.
Menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta menghindari manuver mendadak.
Pengendara juga disarankan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi di depan kendaraan nyaris tidak terlihat. Jika memungkinkan, berhenti di lokasi aman hingga jarak pandang membaik.
Untuk perjalanan yang harus dilakukan dalam kondisi berkabut, pengguna jalan perlu memastikan kendaraan dalam kondisi layak dan memberi tahu keluarga mengenai rute perjalanan.
Imbauan ini penting karena kabut asap di kawasan Pandahan–Pengayuan telah berulang kali dilaporkan menebal pada pagi hari dalam beberapa pekan terakhir.
Pelaihari Juga Mulai Diselimuti Kabut Asap Tipis
Sementara itu, kabut asap tipis juga terpantau di kawasan Kota Pelaihari, ibu kota Kabupaten Tanah Laut, Senin pagi.
Kemunculan selubung kabut tersebut mengejutkan sebagian warga karena kondisi serupa disebut belum biasa mereka jumpai di kawasan perkotaan Pelaihari.
Nuryanto, warga Pelaihari, mengaku terkejut ketika keluar rumah pada pagi hari dan melihat kabut asap tipis menyelimuti kawasan kota.
Ia berharap kemunculan kabut tersebut tidak menjadi pertanda memburuknya kondisi udara di Tanah Laut.
Pekerja swasta inj juga berharap cuaca dan kualitas udara kembali seperti biasanya, tanpa selubung kabut asap yang mengganggu aktivitas warga.
Pengamatan warga di Pelaihari ini menambah perhatian terhadap sebaran kabut asap di Tanah Laut.
Meski ketebalannya dilaporkan berbeda dengan kawasan perbatasan, kemunculan kabut tipis di wilayah perkotaan perlu dicermati lebih lanjut.
Namun, keberadaan kabut yang terlihat oleh warga belum cukup untuk memastikan sumber asap maupun tingkat pencemaran udara.
Diperlukan data pemantauan kualitas udara dan informasi dari instansi terkait untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Kabut Asap Berulang Sejak September
Kabut asap di perbatasan Tala–Banjarbaru telah beberapa kali dilaporkan menebal sejak September 2026.
Pada 22 September, Yanti melaporkan jarak pandang di sejumlah titik Pandahan–Pengayuan hingga arah Liang Anggang sempat diperkirakan hanya sekitar satu meter. Kabut sempat menipis, tetapi kembali menebal pada pagi hari.
Pada 7 Oktober, kabut asap kembali dilaporkan pekat di sekitar Tugu Perbatasan, dengan jarak pandang diperkirakan sekitar satu meter lebih sedikit.
Sehari setelahnya, kondisi sempat dilaporkan membaik, sebelum kabut kembali muncul pada 11 Oktober dengan perkiraan jarak pandang sekitar lima meter.
Kini, pada Senin (12/10/2026), kabut kembali dilaporkan lebih pekat dibandingkan hari sebelumnya, bahkan jarak pandang saat subuh diperkirakan hanya sekitar satu meter.
Rangkaian laporan tersebut menunjukkan bahwa ketebalan kabut asap di kawasan perbatasan berubah-ubah dari hari ke hari. Kabut dapat berangsur menipis setelah pagi berjalan, tetapi kembali menebal pada waktu berikutnya.
Dengan munculnya kabut tipis di Pelaihari, perhatian terhadap kondisi udara di Tanah Laut semakin relevan.
Warga diharapkan tetap waspada, sedangkan kepastian mengenai sumber asap dan kualitas udara memerlukan pemeriksaan serta data resmi dari instansi berwenang.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)