Sementara dua kru lainnya yang merupakan warga negara asing (WNA), yakni Hugh Pagi dari Selandia Baru dan Mick Betteridge dari Australia, berhasil selamat.
Informasi mengenai identitas dan kondisi ketiga kru tersebut juga tercantum dalam laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang diterima pada Minggu.
Dalam laporan tersebut, BPBD Kapuas menyebutkan kecelakaan helikopter terjadi di kawasan Tabatan, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Waktu kejadian dicatat sekitar pukul 11.20 WIB.
Adapun identitas kru yang dilaporkan adalah Hugh Pagi sebagai pilot, Mick Betteridge sebagai kopilot/teknisi, serta Yayan Supyansuri sebagai kru/navigator.
Perkembangan mengenai nasib Yayan menjadi perhatian setelah dalam laporan awal kecelakaan, seluruh tiga kru sempat diinformasikan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Namun, informasi tersebut kemudian berubah setelah dilakukan pencarian dan penanganan lebih lanjut.
Basarnas Banjarmasin mengonfirmasi Yayan ditemukan dalam kondisi meninggal pada Minggu malam.
Korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan sekitar pukul 18.08 Wita.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kalimantan Tengah, untuk penanganan lebih lanjut sebelum direncanakan dibawa ke rumah sakit di Banjarmasin.
Dengan perkembangan tersebut, jumlah korban dalam kecelakaan helikopter ini dipastikan satu orang meninggal dan dua lainnya selamat.
Sebelumnya, helikopter Super Puma VH-HGM mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi water bombing atau pengambilan air dari Sungai Barito untuk mendukung pemadaman karhutla.
Peristiwa terjadi di sekitar Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan helikopter mengalami kesulitan saat bermanuver di atas permukaan sungai sebelum akhirnya terjatuh ke perairan.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak menggunakan perahu untuk membantu penyelamatan kru.
Upaya pertolongan masyarakat tersebut menjadi bagian dari proses penanganan awal sebelum tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan evakuasi.
Helikopter tersebut merupakan armada sewaan BNPB yang digunakan untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan.
Lokasi Kecelakaan dan Wilayah Evakuasi Perlu Dibedakan
Dalam perkembangan informasi, terdapat perbedaan penyebutan lokasi antara laporan BPBD Kapuas dan keterangan awal BNPB.
BNPB dan sejumlah pemberitaan menyebut lokasi kecelakaan berada di perairan Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Sementara laporan BPBD Kapuas menyebut kawasan Tabatan, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Jenazah Yayan juga dilaporkan dibawa ke Puskesmas Jenamas setelah ditemukan oleh tim SAR.
Perbedaan penyebutan tersebut perlu dicermati karena lokasi kecelakaan, titik penemuan korban, dan lokasi evakuasi tidak selalu berada dalam wilayah administratif yang sama.
Kecelakaan helikopter di Sungai Barito ini kembali menyoroti keselamatan penerbangan dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan.
Sebelumnya, pada Rabu (4/11/2026), helikopter Mi-17V5 TNI Angkatan Darat dengan nomor registrasi HA-5235 juga jatuh saat menjalankan misi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Helikopter yang membawa delapan personel tersebut mengalami kecelakaan ketika menjalankan operasi pengambilan air untuk pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Insiden di Seruyan tersebut juga menelan korban jiwa. Berdasarkan perkembangan terakhir yang diberitakan, tiga personel TNI AD meninggal dunia dan lima lainnya selamat.
Dua kecelakaan helikopter dalam rentang empat hari tersebut sama-sama terjadi ketika menjalankan misi penanggulangan karhutla di Kalimantan.
Meski demikian, belum ada keterangan yang menyatakan kedua kecelakaan tersebut memiliki penyebab yang sama.
Hingga berita ini disusun, penyebab jatuhnya helikopter Super Puma VH-HGM di Sungai Barito masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
(derapwaktu.com/abdul hadi)
Komentar (0)