DERAPWAKTU.COM, MARTAPURA – Lebih dari tiga bulan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kondisi kesehatan relawan menjadi perhatian. 

Untuk mendukung mereka tetap bugar di tengah risiko paparan asap dan kelelahan, Pemerintah Kabupaten Banjar memberikan pemeriksaan kesehatan, multivitamin, hingga menyiapkan dukungan medis bagi petugas di lapangan.

Layanan tersebut diberikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar serta Markas Komando UPT Damkar Gambut, Minggu (18/10/2026) pagi.

Kepala Dinkes Kabupaten Banjar Noripansyah mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan relawan setelah menjalani operasi pemadaman dalam waktu panjang.

Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi pernapasan, serta konsultasi medis. Selain itu, relawan juga mendapatkan multivitamin melalui pemberian oral maupun suntikan. Dukungan medis berupa oksigen portabel turut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan personel selama operasi berlangsung.

“Para relawan sudah lebih dari tiga bulan terlibat dalam operasi penanganan karhutla. Dalam kondisi seperti ini, stamina dan kesehatan anggota harus benar-benar dijaga,” ujar Noripansyah.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi lebih dini kondisi personel yang membutuhkan penanganan medis atau waktu pemulihan sebelum kembali bertugas.

Dengan pemantauan tersebut, kondisi kesehatan relawan diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kesiapan mereka menjalankan tugas, tanpa mengabaikan keselamatan diri.


Relawan Berharap Kebutuhan Kesehatan Tetap Diperhatikan

Bagi relawan yang telah berhari-hari hingga berbulan-bulan terlibat dalam pemadaman, dukungan kesehatan menjadi bagian penting dari kebutuhan operasional di lapangan.

Hasan, salah seorang relawan karhutla, mengatakan sejumlah relawan telah lebih dari 90 hari terlibat dalam penanganan kebakaran. 

Selama menjalankan tugas, menurutnya, kebutuhan mereka tidak hanya berkaitan dengan logistik pemadaman, tetapi juga asupan makanan bergizi, vitamin, buah-buahan, dan perlengkapan medis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian dan kepeduliannya kepada para relawan yang bertugas. 

Pemberian vitamin dan dukungan kesehatan lainnya sangat membantu kami agar tetap fit dalam menjalankan tugas di lapangan,” tuturnya.

Perhatian terhadap kesehatan relawan menjadi penting karena operasi pemadaman karhutla dapat melibatkan paparan asap, aktivitas fisik berat, dan kelelahan. 

Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui pemantauan kesehatan serta penggunaan perlindungan diri yang sesuai.

Pemkab Banjar melalui Dinkes berupaya mendukung penanganan karhutla dengan memperhatikan kondisi personel yang bertugas.

Dengan demikian, upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran dapat berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan para relawan di lapangan.

(derapwaktu.com/roy)