DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kabar kemunculan harimau yang menghebohkan warga Desa Asam Jaya, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Selasa (20/10/2026), berujung klarifikasi.
Dua remaja setempat membuat pernyataan tertulis bahwa informasi penampakan harimau tersebut tidak benar.
Pantauan langsung Derap Waktu di Kantor Desa Asam Jaya sekitar pukul 15.30 Wita, kedua remaja itu sudah berada di ruang kerja kepala desa.
Keduanya baru saja membuat pernyataan tertulis yang menyebut kabar mengenai penampakan harimau tersebut merupakan kebohongan.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan Kepala Desa Asam Jaya, jajaran Polsek Jorong, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta Satpol PP dan Damkar Tala.
Suasana di ruang kerja kepala desa sempat memanas. Kepala Desa Asam Jaya, Dwi Wahyu Yuliantono, tampak marah dan mempertanyakan alasan kedua remaja tersebut menyampaikan informasi yang tidak benar.
“Tega kamu! Kenapa kamu membohongi saya? Saya sampai ditelepon banyak pihak, sampai Polda dan lain-lain,” ucap Dwi dengan nada tinggi.
Kedua remaja itu hanya terdiam saat kepala desa meluapkan kekesalannya. Keduanya terlihat tertunduk di hadapan sejumlah pihak yang hadir.
Informasi bohong tersebut sebelumnya memicu perhatian warga setelah beredar kabar mengenai kemunculan satwa yang diduga harimau di dua lokasi berbeda di Desa Asam Jaya.
Laporan awal menyebutkan satwa itu terlihat sekitar pukul 08.00 Wita di belakang rumah warga bernama Simun, RT 1 Dusun 1. Beberapa waktu kemudian, muncul pula laporan penampakan serupa di RT 6 Dusun 3.
Kabar tersebut membuat warga khawatir dan mendorong pemerintah desa meminta penanganan dari instansi terkait. Satpol PP dan Damkar Tala juga telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk menyikapi laporan tersebut.
Setelah membuat pernyataan tertulis, kedua remaja itu selanjutnya dibawa ke Polsek Jorong untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi dan motif penyebaran informasi tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari kepolisian mengenai hasil pemeriksaan maupun kemungkinan tindak lanjut terhadap perbuatan kedua remaja tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa informasi yang belum terverifikasi, terlebih menyangkut ancaman satwa liar, dapat menimbulkan keresahan masyarakat dan menyita perhatian banyak pihak.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)