DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Harapan warga agar bantuan pencegahan stunting benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Selasa (7/7/2026).
Wakil Bupati Tala H Muhammad Zazuli menegaskan, akurasi data menjadi fondasi utama agar setiap program pemerintah tidak salah sasaran.
Penegasan itu disampaikan Zazuli saat membuka rakor TPPPS Tahun 2026 di Algoritma Resto.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa.
"Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat langkah strategis. Penurunan stunting bukan sekadar mengejar angka, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," ujarnya.
Ia menegaskan penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi lintas sektor harus diperkuat agar seluruh program berjalan terpadu.
"Kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama. Kehadiran seluruh unsur hari ini menunjukkan komitmen bersama bahwa konvergensi penanganan stunting adalah harga mati," tegasnya.
Dalam arahannya, Wabup memberikan empat penekanan utama, yakni menyelaraskan perencanaan daerah dengan kebijakan provinsi, memperkuat intervensi spesifik dan sensitif, mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta pemanfaatan dana desa, dan menjaga validitas serta integrasi data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam percepatan penurunan stunting.
Forum koordinasi tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang dapat segera diterapkan.
Sementara itu, Nurhayati (34), warga Pelaihari, berharap pembaruan data dilakukan secara rutin agar keluarga yang benar-benar membutuhkan memperoleh pendampingan dan bantuan gizi.
"Kadang ada keluarga yang kondisinya sudah berubah, sehingga datanya juga harus diperbarui. Kalau datanya tepat, bantuan pasti lebih bermanfaat," katanya.
Senada, Ahmad Fauzi (41), warga Kecamatan Bati-Bati, menilai edukasi kepada orang tua tidak kalah penting dibanding pemberian bantuan makanan tambahan.
"Stunting bisa dicegah kalau orang tua paham soal gizi, pola asuh, dan pemeriksaan kesehatan sejak kehamilan. Program seperti ini harus terus sampai ke desa-desa," ujarnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)