DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kemacetan kembali terjadi di ruas Jalan A Yani, tepatnya di depan SPBU AKR Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 15.10 Wita.
Antrean panjang kendaraan yang didominasi truk yang hendak mengisi solar subsidi kembali meluber ke badan jalan dan menyebabkan perlambatan signifikan terhadap arus lalu lintas di jalur utama Trans Kalimantan setempat.
Kondisi tersebut terekam dalam video berdurasi amatir 1 menit 4 detik yang direkam pengguna jalan.
Video itu secara cepat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat antrean truk memanjang di sisi jalan hingga kendaraan dari kedua arah harus bergerak merayap.
Pengendara sepeda motor bahkan tampak kesulitan mencari celah untuk melintas di antara kendaraan yang mengantre dan truk yang keluar-masuk area SPBU.
Kemacetan serupa diketahui bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan pengisi solar subsidi di SPBU tersebut berulang kali memicu kepadatan lalu lintas dan dikeluhkan masyarakat.
Rahman, warga Banjarbaru yang saat itu dalam perjalanan menuju Pelaihari, mengatakan kondisi tersebut sudah sangat mengganggu pengguna jalan.
"Antreannya panjang sekali. Banyak truk berhenti di bahu jalan bahkan memakan badan jalan, sehingga kendaraan lain susah lewat. Ini sudah sering terjadi dan perlu segera dicarikan solusi," ujarnya kepada media ini.
Keluhan senada disampaikan Nurhadi, warga Pelaihari yang sedang menuju Banjarmasin. Menurutnya, antrean kendaraan di depan SPBU membuat perjalanan menjadi lebih lama dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, khususnya sepeda motor.
"Kalau kendaraan dari dua arah sama-sama padat, sementara truk keluar masuk SPBU, pengendara motor paling sulit melintas. Kami berharap ada petugas yang mengatur lalu lintas agar kemacetan seperti ini tidak terus berulang," katanya.
Kalangan pengguna jalan juga mengeluhkan banyaknya truk yang parkir tidak teratur di sepanjang Jalan A Yani depan SPBU AKR sehingga semakin mempersempit ruang lalu lintas.
Masyarakat berharap pemerintah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU dapat membangun koordinasi yang lebih baik, terutama saat pasokan solar subsidi tiba, sehingga antrean kendaraan tidak lagi meluber hingga ke badan jalan.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan apresiasinya atas informasi yang disampaikan masyarakat.
"Terima kasih atas informasinya. Kami atensi. Segera kami tindak lanjuti untuk kelancaran arus lalu lintas," ujarnya singkat saat dikonfirmasi media ini.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tanah Laut AKP Aditya Dikav memastikan pihaknya segera menggeser personel ke lokasi guna melakukan pengaturan lalu lintas dan mengurai kepadatan kendaraan di sekitar SPBU AKR Desa Ujung.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus di ruas Pelaihari–Banjarmasin yang merupakan bagian dari jalur utama Trans Kalimantan.
Jalur ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik menuju Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru hingga Kalimantan Timur.
Warga berharap penanganan tidak hanya dilakukan saat kemacetan telah terjadi, tetapi juga melalui langkah antisipatif.
Langkaj itu berupa pengaturan antrean kendaraan dan koordinasi rutin dengan pihak pengelola SPBU agar kemacetan akibat antrean solar subsidi tidak terus berulang di kemudian hari.
(derapwaktu.com/adh/dw1)
Komentar (0)