DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Membaca kesehatan keuangan badan usaha milik daerah (BUMD) tidak cukup hanya melihat laba, pendapatan, atau naik turunnya angka dalam laporan keuangan. 

Karakter bisnis dan kondisi operasional masing-masing perusahaan juga harus menjadi pertimbangan agar pengawasan tidak salah membaca situasi.

Persoalan inilah yang menjadi fokus penelitian tiga dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) terhadap tiga BUMD milik Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), yakni PT BPR Tanah Laut (Perseroda), PT Air Minum Berkah Banua (Perseroda), dan PD Baratala Tuntung Pandang.

Melalui penelitian tersebut, Try Edi Suwarno SAk MAk, Victorinus Laoli SE MSi Ak CA dan Riyadatul Muthmainnah MAk menguji pemanfaatan Beneish M-Score sebagai alat bantu penyaringan awal untuk mendukung pengawasan keuangan perusahaan daerah.

Tim menganalisis laporan keuangan auditan periode 2021–2025. 

Catatan media ini, Jumat (6/11/2026), hasil analisis kemudian dikonfirmasi langsung kepada manajemen masing-masing BUMD untuk memperoleh penjelasan mengenai faktor yang memengaruhi pergerakan angka keuangan.

Try Edi Suwarno menjelaskan, Beneish M-Score dalam penelitian tersebut tidak ditempatkan sebagai instrumen untuk menentukan ada atau tidaknya kecurangan, melainkan sebagai alat deteksi awal yang hasilnya harus ditelaah lebih lanjut.

“Model ini kami posisikan sebagai alat penyaringan awal, bukan alat untuk menilai benar atau salah. Karena itu setiap angka kami baca bersama penjelasan dari perusahaan,” ujarnya.

Dari proses penelitian dan konfirmasi tersebut, ketiga BUMD dinilai terbuka dalam memberikan data serta penjelasan kepada tim peneliti. 

Pergerakan angka yang ditemukan juga dapat dijelaskan berdasarkan karakteristik kegiatan usaha masing-masing perusahaan.

Victorinus Laoli menegaskan, pendekatan pengawasan keuangan tidak bisa diseragamkan untuk seluruh BUMD.

“Bank, perusahaan air minum, dan tambang tidak bisa dibaca dengan kacamata yang sama,” katanya.


Kinerja Tiga BUMD Memiliki Karakter Berbeda

Pada PT Air Minum Berkah Banua (Perseroda), hasil analisis Beneish M-Score menunjukkan kategori risiko rendah sepanjang periode 2021–2025.

Temuan tersebut sejalan dengan perkembangan pendapatan yang tumbuh setiap tahun, perbaikan margin, serta laba yang didukung penerimaan kas.

Riyadatul Muthmainnah menyampaikan bahwa perkembangan keuangan tersebut berjalan seiring dengan perbaikan layanan kepada pelanggan.

Tim peneliti merekomendasikan agar pengawasan perusahaan air minum tidak hanya mengandalkan indikator keuangan, tetapi juga memperhatikan indikator pelayanan, seperti tingkat kehilangan air dan cakupan pelayanan.

Sementara itu, pada PD Baratala Tuntung Pandang, pergerakan angka keuangan menunjukkan keterkaitan dengan siklus perizinan usaha pertambangan.

Dalam penelitian yang didanai melalui skema Penelitian Dosen Pemula DIPA Politala Tahun 2026 tersebut, naik turunnya skor Beneish M-Score berkaitan dengan realisasi penjualan bijih besi dan penerbitan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Victorinus menjelaskan, perubahan aktivitas usaha akibat kondisi perizinan turut memengaruhi angka yang terbaca dalam model analisis.

“Ketika izin pulih, penjualan kembali berjalan dan angka model ikut bergerak. Itu cerminan pulihnya usaha,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, tim merekomendasikan agar pengawasan BUMD sektor pertambangan turut mempertimbangkan status perizinan setiap tahun. Penyempurnaan penyajian laporan keuangan dan penguatan permodalan juga menjadi perhatian.

Adapun PT BPR Tanah Laut (Perseroda) menunjukkan kondisi keuangan yang relatif stabil selama periode penelitian 2021–2025.

Sebagian besar tahun berada dalam kategori risiko rendah. Sementara pergerakan skor pada tahun lainnya dapat dijelaskan melalui keputusan penempatan dana antarbank.

Try Edi Suwarno menjelaskan, temuan tersebut memperlihatkan pentingnya membaca hasil model analisis dengan mempertimbangkan konteks operasional perbankan.

Selain itu, indikator kesehatan bank dalam penelitian tersebut juga dilaporkan berada dalam kondisi baik dan di atas rata-rata BPR nasional.

Tim merekomendasikan agar penggunaan Beneish M-Score pada BPR dipadukan dengan rasio kesehatan bank. 

Penguatan penghimpunan dana pihak ketiga juga menjadi salah satu perhatian, sejalan dengan rencana manajemen perusahaan.


Pengawasan BUMD Berbasis Data

Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, tim dosen Politala merekomendasikan penerapan pendekatan pengawasan berbasis data dalam kerangka SMART Governance.

Pendekatan tersebut mengintegrasikan hasil analisis laporan keuangan dengan indikator khusus sesuai karakteristik sektor usaha masing-masing BUMD.

Dengan cara ini, pemerintah daerah dan pengawas perusahaan dapat mengidentifikasi bagian yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, menentukan prioritas pembinaan, serta melakukan evaluasi berdasarkan informasi yang lebih terukur.

Riyadatul Muthmainnah berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi Pemkab Tanah Laut dalam memperkuat tata kelola perusahaan daerah.

“Kami berharap hasil ini membantu Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dan pengawas BUMD menentukan prioritas pembinaan secara lebih terarah. Terima kasih kepada ketiga BUMD atas keterbukaannya,” tuturnya.

Tim juga menegaskan bahwa kesimpulan penelitian terbatas pada hasil analisis model Beneish M-Score dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian terhadap integritas manajemen maupun kesimpulan bahwa telah terjadi kecurangan pada perusahaan.

Penelitian ini sekaligus memperlihatkan kontribusi akademisi Politala dalam menghadirkan pendekatan analitis bagi pengelolaan perusahaan daerah, khususnya untuk memperkuat pengawasan keuangan BUMD di Kabupaten Tanah Laut.

(derapwaktu.com/banyulangit)