DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mulai kembali pulih setelah sembilan dari 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya terkena suspend kembali beroperasi pada Rabu (4/11/2026).
Dari total 19 SPPG yang selama ini tercatat beroperasi di Tanah Laut, sebanyak 13 dapur sempat terkena penangguhan operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN) akibat persoalan administrasi pelaporan.
Kondisi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan distribusi MBG kepada puluhan ribu penerima manfaat.
Kini, sebagian besar dapur yang terkena suspend mulai kembali menjalankan pelayanan. Sebagian merupakan dapur MBG yang berada di Kota Pelaihari.
Saat dikonfirmasi, salah seorang owner dapur MBG di Pelaihari membenarkan dapurnya telah kembali mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat sejak Rabu (4/11/2026).
Ia mengungkapkan, sebenarnya sejak Selasa (3/11/2026) malam, nama dapur MBG miliknya sudah tidak tercantum lagi dalam daftar 13 SPPG di Tanah Laut yang terkena penangguhan operasional.
Menurutnya, persoalan yang sempat membuat dapurnya terkena suspend berkaitan dengan kewajiban pelaporan administrasi harian.
Ia mengakui, sebelumnya pelaporan administrasi terkadang belum dilakukan secara cepat atau langsung setiap hari. Pengelola mengira keterlambatan tersebut tidak menjadi persoalan besar selama operasional dan pelayanan dapur tetap berjalan.
Namun, setelah mengetahui bahwa BGN mewajibkan pelaporan administrasi dilakukan secara cepat dan harian, pihaknya langsung melakukan pembenahan.
Setelah memahami ketentuan tersebut, pengelola segera melakukan pelaporan sesuai mekanisme yang diwajibkan BGN.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi pengelola SPPG mengenai pentingnya kedisiplinan administrasi dalam menjalankan program MBG.
Pasalnya, kewajiban pelaporan bukan sekadar kelengkapan dokumen, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan program.
Wali Murid Lega, MBG Ringankan Beban Keluarga
Kabar kembali beroperasinya sejumlah dapur MBG menjadi angin segar bagi kalangan orangtua murid.
Beberapa wali murid mengaku senang ketika diwawancarai. Namun ada juga yang tak peduli lagi program MBG berjalan atau setop.
Subhan, salah seorang warga Pelaihari yang merupakan wali murid, mengaku senang karena distribusi makanan bergizi di sekolah kembali berjalan.
Baginya, program MBG memberikan manfaat nyata, terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
Adanya makanan dari sekolah setidaknya membantu meringankan pengeluaran harian orang tua untuk memenuhi kebutuhan makan anak.
"Kalau bagi saya sebagai orang tua murid, senang saja adanya MBG. Meringankan beban orang kecil kayak saya. Tanpa uang sangu pun anak enggak apa-apa karena di sekolah dapat jatah makan," ucap Subhan.
Ia tidak menampik bahwa pelaksanaan program MBG selama ini menuai beragam tanggapan di tengah masyarakat. Ada yang mendukung, tetapi ada pula yang menyampaikan kritik terhadap pelaksanaannya.
Namun, dari sudut pandangnya sebagai orangtua, manfaat program tersebut sangat dirasakan keluarga kelas bawah seperti dirinya.
Orangtua murid lainnya di Pelaihari, Rahmiyani, juga menyampaikan hal serupa. Ia berharap keberlanjutan program MBG tetap dijaga.
Namun pekerja swasta ini juga menginginkan kualitas menu yang disajikan terus ditingkatkan, baik dari sisi mutu makanan maupun kecukupan porsinya.
Menurutnya, keberadaan program ini akan semakin dirasakan manfaatnya apabila makanan yang diberikan kepada anak-anak tidak hanya tersedia secara rutin, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan kebutuhan gizi.
Kembalinya sembilan SPPG beroperasi di Tanah Laut menjadi perkembangan positif setelah sebelumnya 13 dapur MBG dihentikan sementara akibat persoalan administrasi pelaporan.
Berdasarkan data yang dihimpun sebelumnya, 13 SPPG yang terkena suspend memiliki cakupan sebanyak 41.174 penerima manfaat. Sementara itu, empat dapur lainnya saat laporan perkembangan operasional Rabu (4/11/2026) masih menghadapi kendala berbeda.
Dengan total 19 SPPG yang tercatat beroperasi di Tanah Laut, pemulihan operasional seluruh dapur menjadi hal penting agar pelayanan MBG dapat menjangkau penerima manfaat secara berkelanjutan.
Selain memastikan distribusi kembali berjalan, para pengelola juga diharapkan semakin tertib memenuhi kewajiban administrasi sekaligus menjaga kualitas dan kecukupan makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.
(derapwaktu.com/banyulangit)
Komentar (0)