DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI - Festival Layang-Layang Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, tak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas para pegiat layang-layang. 

Kegiatan tahunan ini juga membawa misi kemanusiaan melalui penggalangan dana bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

Festival tersebut resmi dibuka Bupati Tala H Rahmat Trianto pada Sabtu (24/10/2026). Ia menegaskan komitmen untuk menjadikan festival ini sebagai agenda rutin di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Laut.

Menurut H Rahmat, festival tersebut memiliki catatan tersendiri setelah penyelenggaraan tahun sebelumnya berhasil mencatatkan prestasi dengan masuk Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penerbangan layang-layang dandang terbanyak di dunia.

“Ini merupakan kegiatan tahunan yang akan rutin dilaksanakan di Provinsi Kalsel, khususnya di Tala,” ujarnya.

Namun, di balik kemeriahan festival, perhatian juga diarahkan kepada warga yang menghadapi dampak karhutla dan asap.

Bupati menyampaikan doa bagi masyarakat terdampak sekaligus mengapresiasi upaya penggalangan dana yang dilakukan panitia untuk membantu mereka.

Langkah tersebut memberi dimensi sosial pada festival yang selama ini dikenal sebagai ruang berkumpulnya para pecinta layang-layang dari berbagai daerah hingga mancanegara.


Bupati Ingatkan Juri Harus Profesional

Selain menekankan keberlanjutan festival, Rahmat mengingatkan dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional. Penilaian harus dilakukan berdasarkan kategori yang diperlombakan sehingga hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut menjadi penting untuk menjaga kepercayaan peserta terhadap penyelenggaraan kompetisi, terlebih festival ini diikuti peserta dari luar negeri.

H Rahmat juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Tanah Laut. Ia berharap kegiatan berlangsung lancar dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta.

“Dengan mengucapkan bismillah, dengan resmi dibuka,” tandasnya saat membuka festival.

Pada kesempatan itu, panitia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Provinsi Kalimantan Selatan serta peserta internasional dari Malaysia dan Singapura.


Peserta Singapura Berharap Festival Terus Berlanjut

Apresiasi terhadap penyelenggaraan festival datang dari peserta internasional asal Singapura, Mutiara. Ia berharap festival layang-layang di Pantai Batakan Baru dapat terus dilaksanakan dan berjalan lancar.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan festival menjadi salah satu hal yang dinantikan peserta, termasuk dari luar negeri.

Bagi masyarakat Tanah Laut, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata pantai sekaligus memperkuat interaksi dengan pengunjung dari berbagai daerah dan negara.

Festival Layang-Layang Pantai Batakan Baru kini memiliki dua pesan penting: menjaga tradisi dan kreativitas, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. 

Dukungan masyarakat dan konsistensi penyelenggaraan diharapkan membuat kegiatan ini semakin berkembang, bukan hanya sebagai agenda wisata, tetapi juga ruang kebersamaan dan aksi sosial.

(derapwaktu.com/banyu langit)