DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – PT Air Minum (PTAM) Berkah Banua Kabupaten Tanah Laut (Tala) mengungkap penyebab utama tersendatnya distribusi air bersih sejak Senin (29/6/2026) hingga Selasa (30/6/2026) pagi.

 Kondisi tersebut dipicu melonjaknya tingkat kekeruhan air baku di Sungai Tabanio, Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, yang menjadi sumber utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bajuin.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PTAM Berkah Banua, H Akhmad Hairin, mengatakan meningkatnya temperatur udara pada awal musim kemarau menyebabkan debit Sungai Tabanio mulai menyusut. Dampaknya, tingkat kekeruhan air melonjak sangat tajam.

"Pada kondisi normal tingkat kekeruhan atau NTU sekitar 300. Namun dalam beberapa hari terakhir naik drastis hingga mencapai 1.900. Bahkan pengukuran harii ini angkanya mencpai 1.937 NTU," sebutnya

Kondisi ini membuat proses pengolahan air menjadi jauh lebih berat karena membutuhkan proses penjernihan lebih lama, energi lebih besar, serta penggunaan bahan kimia yang meningkat.

Menurut Hairin, kondisi tersebut memaksa pihaknya melakukan wash out atau pengurasan jaringan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bajuin untuk menjaga kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan.

Di tengah proses tersebut, produksi kembali terkendala akibat kerusakan pompa intake di SPAM Bajuin. 

Pompa tersebut kini telah selesai diperbaiki dan kembali beroperasi sejak Selasa pagi sehingga distribusi air mulai dilakukan secara bertahap.

"Wilayah yang lokasinya lebih jauh dari SPAM memang memerlukan waktu lebih lama karena tekanan air harus kembali normal terlebih dahulu. Pada tahap awal air yang sampai ke pelanggan juga masih terlihat agak keruh," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, PTAM Berkah Banua mulai mengoptimalkan pemanfaatan embung seluas sekitar tiga hektare dengan kedalaman sekitar dua meter yang berada di kawasan SPAM Bajuin sebagai sumber air baku alternatif.

Selama ini produksi lebih banyak mengandalkan aliran Sungai Tabanio. Namun melihat kondisi kekeruhan yang tinggi, pompa intake dipindahkan untuk mengambil pasokan dari embung yang memiliki kualitas air jauh lebih baik.

"Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kekeruhan air di embung hanya sekitar 284 NTU. Angka ini jauh lebih rendah sehingga kami optimistis kualitas produksi air bisa kembali stabil. Ke depan sumber air dari embung akan terus dimanfaatkan," jelas Hairin.

Selain itu, PTAM juga mengoperasikan pompa booster di kantor PTAM Berkah Banua guna meningkatkan tekanan distribusi sehingga air lebih cepat menjangkau pelanggan yang berada di wilayah terjauh.

Hairin menambahkan, pihaknya juga mengantisipasi potensi gangguan akibat pemadaman listrik yang belakangan cukup sering terjadi. 

SPAM Bajuin telah dilengkapi genset berkapasitas sekitar 150 kVA yang mampu mengoperasikan seluruh mesin produksi apabila pasokan listrik PLN terputus.

SPAM Bajuin memiliki dua instalasi pengolahan air dengan total kapasitas produksi 50 liter per detik, terdiri atas instalasi lama berkapasitas 30 liter per detik dan instalasi baru berkapasitas 20 liter per detik. 

Produksi dari instalasi tersebut melayani sebagian besar wilayah Kota Pelaihari serta desa-desa di Kecamatan Bajuin.

Selain itu, PTAM Berkah Banua juga memiliki SPAM Pelaihari yang berada di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari. Bahan baku berasal dari air waduk PTP.

SPAM Pelaihari melayani air bersih di sekitar wilayah Desa Ambungan, Panggung Baru, Ujung Batu, Panggung hingga beberapa tempat di wilayah Kota Pelaihari  seperti di kawasan Matah. 

Sementara itu, kabar mulai pulihnya distribusi air disambut lega pelanggan. Di kawasan Kompleks CiP, Desa Atu-Atu, air mulai mengalir sekitar pukul 11.00 Wita setelah sempat terhenti sejak Senin siang.

"Alhamdulillah sudah mengalir meski airnya masih agak keruh. Mudah-mudahan segera normal lagi, jernih dan tekanannya juga kembali kuat," ujar Ami, salah seorang warga Kompleks CiP.

(derapwaktu.com/dw1)