Mereka bergotong royong memunguti sampah di kawasan danau buatan di lingkungan Taman Mina Tirta, Jalan Haji Boejasin, Pelaihari, Jumat (30/10/2026) sore.
Sekitar pukul 16.00 Wita, para relawan mulai menyisir tepian danau. Mereka mengumpulkan beragam sampah yang berserakan, mulai dari plastik bekas makanan, botol air mineral hingga sampah lainnya yang teronggok di sekitar kawasan tersebut.
Aksi yang diinisiasi Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) Masyarakat Sadar Lingkungan (May Darling) ini melibatkan berbagai komunitas, organisasi, unsur pemerintah, serta masyarakat.
Pemandangan menarik terlihat ketika sebagian relawan harus berjuang menjangkau sampah di bagian bawah tepian danau.
Debit air yang saat ini menyusut drastis membuat permukaan tebing semakin curam sehingga tidak mudah untuk dituruni.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Sebagian relawan bahkan langsung turun ke area danau untuk mengambil sampah yang sulit dijangkau dari tepian, tanpa mempermasalahkan pakaian yang basah.
Dengan membawa kantong-kantong besar berwarna kuning, mereka bekerja bersama mengumpulkan sampah agar lebih mudah diangkut.
Dukungan pengangkutan juga melibatkan unit kebersihan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut, termasuk unit unit sampah yang disiapkan di lokasi.
Ketua Maidarling, Muhammad Khaidir mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin yang selama ini mereka lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Namun, pelaksanaan kali ini sengaja dikaitkan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
Menurut Khaidir, semangat persatuan dan perjuangan pemuda tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi karya dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, pihaknya memilih turun langsung ke lapangan dengan menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Taman Mina Tirta.
Melalui kegiatan ini, mereka ingin menunjukkan bahwa setiap orang dan komunitas bisa mengambil peran dalam menjaga lingkungan sesuai kapasitas masing-masing.
Aksi tersebut melibatkan MPAI May Darling, Karang Taruna Tala (termasuk daei Desa Gunung Makmur), Forza, Pemerintah Kecamatan Pelaihari, Kelurahan Angsau (dihadiri langsung oleh Lurah), Fahmi Ummi Tala, FKPPI, KPH Tala, serta masyarakat lainnya.
Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi gambaran bahwa semangat Sumpah Pemuda juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan di sekitar.
Dari Taman Mina Tirta, pesan yang ingin disampaikan sederhana: semangat persatuan tidak hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan. Salah satunya dengan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.
(derapwaktu.com/banyulangit)
Komentar (0)