DERAPWAKTU.COMPELAIHARI – Sebanyak 733 mahasiswa baru resmi memulai perjalanan akademiknya di Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), perguruan tinggi vokasi ternama di Kalimantan. Namun bagi Direktur Politala, Dr Ir Meldayanoor SHut MS, kehadiran ratusan mahasiswa baru tersebut bukan sekadar pertambahan jumlah peserta didik, melainkan bertambahnya harapan dan masa depan yang harus dibangun bersama.

Pesan itu disampaikan Meldayanoor saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politala Tahun 2026, Senin (10/8/2026).

“Bagi kami, sivitas akademika Politala, kehadiran saudara-saudara sekalian bukan hanya menambah jumlah mahasiswa di kampus ini. Kehadiran kalian adalah bertambahnya harapan, bertambahnya energi, dan bertambahnya masa depan yang sedang kita bangun bersama,” ujarnya.

Ia pun menyambut mahasiswa baru dengan pesan tegas bahwa mereka telah memilih tempat yang tepat untuk menempuh pendidikan vokasi.

“Kalian tidak salah memilih Politala,” tegasnya.

Menurut Meldayanoor, pendidikan vokasi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami teori. Mahasiswa juga harus memiliki keterampilan, karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.

Karena itu, ia mengingatkan keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata diukur dari nilai akademik.

“Keberhasilan juga ditentukan oleh seberapa kuat karakter kalian, seberapa baik sikap kalian, seberapa terampil kalian, seberapa luas wawasan kalian, dan seberapa besar manfaat yang mampu kalian berikan kepada orang lain,” katanya.

PKKMB Bukan Sekadar Seremonial

Meldayanoor menegaskan, PKKMB bukan sekadar agenda untuk mengenalkan gedung, ruang kuliah, program studi maupun fasilitas kampus.

Lebih dari itu, PKKMB menjadi gerbang awal perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa.

Di fase tersebut, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan budaya akademik, etika kehidupan kampus, sistem pembelajaran, organisasi kemahasiswaan hingga berbagai layanan akademik dan nonakademik.

“Mahasiswa bukan sekadar mereka yang datang ke kampus, duduk di kelas, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, lalu memperoleh ijazah,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih luas, baik terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa maupun negara.

Untuk itu, Meldayanoor menitipkan lima pesan kepada 733 mahasiswa baru Politala.

Pertama, menjaga integritas. Kejujuran disebutnya sebagai fondasi perjalanan akademik.

“Kita bisa memiliki nilai tinggi, tetapi integritaslah yang membuat seseorang dipercaya,” katanya.

Kedua, mahasiswa diminta menguasai kompetensi dan keterampilan. Tidak hanya kemampuan sesuai program studi, tetapi juga komunikasi, bahasa asing, teknologi digital, kemampuan bekerja dalam tim hingga pemecahan masalah.

Ketiga, mahasiswa harus membangun karakter dan mental tangguh. Kegagalan, menurutnya, bukan akhir perjalanan, tetapi bagian dari proses untuk menjadi lebih kuat.

Keempat, mahasiswa didorong aktif berkarya dan berorganisasi. Kehidupan kampus, katanya, tidak boleh hanya dihabiskan di ruang kuliah.

Organisasi, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, olahraga dan seni merupakan ruang untuk membangun kemampuan kepemimpinan, jejaring serta pengalaman.

Kelima, mahasiswa diminta menjaga nama baik Politala, baik dalam kehidupan nyata maupun ruang digital.

“Jadikan diri kalian sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” pesannya.

Di Balik 733 Mahasiswa, Ada Doa Orang Tua

Ada satu pesan Meldayanoor yang secara khusus menyentuh sisi emosional mahasiswa baru. Ia mengingatkan bahwa di balik langkah mereka memasuki kampus, terdapat doa, perjuangan dan pengorbanan keluarga.

“Di balik langkah kalian menuju kampus ini, ada doa seorang ibu. Ada perjuangan seorang ayah. Ada harapan keluarga,” tuturnya.

Ia meminta mahasiswa mengingat keluarga ketika menghadapi masa sulit selama menempuh pendidikan.

“Ketika kalian merasa lelah, ingatlah kepada mereka. Ketika kalian ingin menyerah, ingatlah alasan mengapa kalian memulai,” katanya.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang telah mendukung perjalanan mereka.


Politala Ingin Cetak Lulusan Tak Sekadar Siap Kerja

Meldayanoor mengatakan Politala memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Karena itu, orientasi pendidikan Politala tidak berhenti pada menghasilkan lulusan yang siap bekerja.

“Kami tidak ingin hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja. Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap berkarya, siap berwirausaha, siap beradaptasi, siap memimpin, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia merumuskan tiga kekuatan yang diharapkan melekat pada setiap lulusan Politala, yakni kompeten ilmunya, kuat karakternya dan luas manfaatnya.

Kepada dosen, tenaga kependidikan, panitia dan seluruh sivitas akademika yang terlibat dalam PKKMB, ia juga meminta pendampingan terbaik bagi mahasiswa baru.

Lingkungan kampus, katanya, harus aman, inklusif, ramah, sehat dan bebas dari kekerasan sehingga mahasiswa dapat berkembang sesuai potensinya.

“Jangan biarkan mahasiswa baru merasa sendirian. Bimbing mereka. Dampingi mereka. Berikan teladan kepada mereka,” tegasnya.


Terbanyak Akuntansi Perpajakan

Pada PKKMB 2026, Politala menerima 733 mahasiswa baru melalui sejumlah jalur masuk.

Rinciannya, 250 mahasiswa melalui SNBP, 241 melalui SNBT, 125 melalui Mandiri Konsorsium, tiga melalui Program ADik, 29 melalui Mandiri Bibit Juara Gelombang I, empat melalui Mandiri Bibit Juara Gelombang II, serta 81 mahasiswa melalui Program 1 Desa 1 Lulusan nonjalur.

Jika dilihat berdasarkan program studi, jumlah terbesar berada di Akuntansi Perpajakan dengan 121 mahasiswa.

Disusul Teknologi Informasi 98 mahasiswa, Akuntansi 94, Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan 77, Agroindustri 71, Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat 69, Pengembangan Produk Agroindustri 67, Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan 63, Teknologi Pakan Ternak 44, serta Teknologi Otomotif 29 mahasiswa.

Meldayanoor kemudian mengajak mahasiswa baru menjadikan masa studi sebagai ruang untuk meninggalkan jejak.

Menurutnya, pertanyaan penting bagi mahasiswa bukan hanya apa yang akan diperoleh dari Politala, tetapi juga apa yang dapat diberikan kepada almamater.

“Apa karya yang akan kalian tinggalkan? Prestasi apa yang akan kalian ukir? Kontribusi apa yang akan kalian berikan?” ujarnya.

Hingga akhirnya, ketika tiba waktunya mengenakan toga di hadapan orang tua, ia berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengatakan telah menyelesaikan pendidikan.

“Tetapi juga dapat berkata, saya telah bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik,” katanya.

PKKMB Politala 2026 kemudian resmi dibuka dengan pesan agar mahasiswa tidak takut bermimpi besar, tetapi tetap mengimbanginya dengan doa, belajar, kerja keras dan tindakan nyata.

Satu pesan penutup juga dititipkan Meldayanoor kepada seluruh mahasiswa baru: jadilah orang baik, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Sebab, menurutnya, kebaikan sederhana yang dilakukan hari ini bisa menjadi alasan seseorang mampu bertahan dan melangkah lebih jauh esok hari.

(derapwaktu.com/dw1)