DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Upaya menjaga kawasan pesisir Tanah Laut dari ancaman abrasi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur penahan gelombang. 

Kelestarian ekosistem pantai juga membutuhkan keberadaan vegetasi alami, salah satunya mangrove.

Hal itulah yang menjadi perhatian dalam kegiatan penanaman 3.000 bibit mangrove yang dipimpin Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan di Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Jumat (6/11/2026) pagi.

Penanaman ribuan bibit mangrove tersebut menjadi bagian dari implementasi program Green Policing, yakni pendekatan kepolisian yang mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA itu tidak sekadar menjadi agenda penghijauan. 

Lebih jauh, penanaman mangrove diarahkan untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlangsungan habitat berbagai biota laut.

Kapolda Kalsel melakukan penanaman secara simbolis bersama sejumlah pejabat dan undangan yang hadir.

Turut mendampingi Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, para pejabat utama Polda Kalsel, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, Wakapolres Kompol Eka Saprianto, unsur Forkopimda Tala, pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut juga melibatkan personel Polda Kalsel dan Polres Tala, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), serta masyarakat Kecamatan Takisung.

Keterlibatan mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian lingkungan. Sebab, keberhasilan program rehabilitasi pesisir tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga keberlanjutan pemeliharaannya.

Mangrove memiliki fungsi ekologis penting. Selain membantu mengurangi energi gelombang dan menekan risiko abrasi, kawasan mangrove juga menjadi tempat berlindung, mencari makan, serta berkembang biak bagi berbagai jenis biota perairan.

Ekosistem ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir yang menopang kehidupan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghidupan pada sumber daya laut.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan, penanaman mangrove merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Ia berharap 3.000 bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Tanah Laut.

Melalui Green Policing, Polri diharapkan tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjawab persoalan lingkungan.


Apresiasi dan Harapan Warga

Aksi penanaman mangrove tersebut mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat Tanah Laut. 

Mereka berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pengawasan dan perawatan bibit secara berkala.

Seorang warga Tala, Ridwan, mengapresiasi keterlibatan langsung Kapolda Kalsel bersama jajaran kepolisian dalam kegiatan penghijauan tersebut.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan pesisir perlu diwujudkan melalui tindakan nyata karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

"Ini kegiatan yang patut diapresiasi. Mangrove sangat penting untuk menjaga kawasan pantai. Harapannya, semakin banyak pihak yang ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan pesisir," ujar pegawai swasta ini.

Warga lainnya, Sarinah, juga menyambut positif penanaman ribuan mangrove tersebut. Namun, ia berharap ada tindak lanjut berupa pemantauan pertumbuhan bibit, termasuk mengganti tanaman yang mati agar target penghijauan benar-benar tercapai.

"Jangan sampai hanya ditanam, kemudian tidak diketahui lagi perkembangannya. Perlu ada perawatan dan pemantauan secara berkala supaya mangrove ini benar-benar tumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," harap pekerja swasta ini.

Bagi masyarakat pesisir, keberadaan mangrove bukan sekadar penghijauan untuk memperindah kawasan pantai. 

Lebih dari itu, ekosistem tersebut merupakan salah satu benteng alami yang membantu menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, keberhasilan penanaman 3.000 mangrove di Takisung nantinya tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga berapa banyak yang mampu tumbuh dan bertahan hingga membentuk kawasan mangrove yang produktif.

(derapwaktu.com/banyulangit)