DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Bursa penjaringan bakal calon Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanah Laut (Tala) periode 2026–2031 mulai bergulir. 

Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Tala, Ismail Fahmi, kini mencuat sebagai figur yang berpeluang kuat melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi kemanusiaan tersebut.

Informasi dihimpun hingga Rabu (4/11/2026) pagi, Ismail menjadi satu-satunya figur yang telah mengisi sekaligus mengembalikan formulir penjaringan kepada panitia.

Panitia Penjaringan, Ahmad Zahid, membenarkan perkembangan tersebut ketika dikonfirmasi derapwaktu.

Menurutnya, proses penjaringan dibuka selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 November 2026.

"Sampai dengan pagi ini yang mengisi dan mengembalikan formulir baru Pak Ismail Fahmi," ungkap Zahid.

Meski demikian, panitia masih membuka kesempatan bagi figur lain yang ingin mengikuti proses penjaringan. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi langsung dari kandidat lain.

"Kami masih menunggu sampai dengan tanggal yang ditetapkan. Siapa pun yang mau menjadi bakal calon, kesempatan masih terbuka," jelasnya.

Dinamika perebutan kursi Ketua PMI Tala ternyata tidak hanya melibatkan nama-nama yang sudah dikenal di lingkungan organisasi. 

Informasi terhimpun , sebelumnya terdapat sedikitnya dua tokoh muda Tala yang juga berhasrat maju dalam bursa penjaringan. Setidaknya keduanya sejak beberapa waktu lalu pernah bertanya ke pihak PMI mengenai kapan penjaringan dimulai

Namun setelah kemudian mengetahui Ismail Fahmi ikut mendaftar, kedua figur muda tersebut dikabarkan mengurungkan niat dan memilih tidak melanjutkan langkah pencalonan.

Jika informasi tersebut benar, kehadiran Ismail dalam bursa penjaringan  turut memengaruhi peta persaingan. 

Meski belum dapat dipastikan apakah akan muncul kandidat lain hingga penutupan pendaftaran, posisi Ismail sementara ini menjadi perhatian dalam dinamika pergantian kepemimpinan PMI Tala.

Peluang Ismail juga tidak terlepas dari berakhirnya masa kepemimpinan H Syahrian Nurdin pada Oktober 2026. 

Mantan Sekda Tala tersebut telah diperpanjang masa jabatannya oleh PMI Provinsi Kalsel hingga pelaksanaan musyawarah yang dijadwalkan pada 7 November 2026.

Sementara itu Syahrian  dikabarkan tidak berencana kembali maju. Setelah cukup lama mengabdi di organisasi kemanusiaan tersebut, ia disebut ingin beristirahat dan memberikan kesempatan kepada figur lain.

Dalam perjalanan kepengurusannya, Syahrian tercatat pernah menjabat satu periode sebagai wakil ketua dan dua periode sebagai ketua PMI Tala.

Meski kabar mengenai keputusannya untuk tidak maju kembali cukup santer beredar, hingga berita ini disusun Syahrian belum berhasil dikonfirmasi secara langsung.

Informasi lain yang beredar menyebutkan Syahrian memberikan dukungan kepada Ismail Fahmi untuk meneruskan kepemimpinan PMI Tala. 

Ismail dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak yang relevan, terutama dalam aktivitas kemanusiaan dan lingkungan.

Sebagai Sekda Tala, Ismail juga memiliki pengalaman birokrasi serta jejaring koordinasi lintas sektor yang dapat menjadi modal dalam menggerakkan organisasi.

Namun, kuatnya peluang Ismail belum serta-merta menjadikan bursa penjaringan tertutup bagi figur lain. 

Panitia masih memberikan ruang hingga 5 November 2026 bagi siapa pun yang ingin mengambil bagian dalam kontestasi.

Musyawarah PMI Tala pada 7 November mendatang pun akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.

Kini, perhatian tertuju pada dua hal: apakah akan muncul penantang baru hingga batas akhir penjaringan dan bagaimana arah dukungan dalam musyawarah nanti. 

Regenerasi kepemimpinan PMI Tala pun menjadi salah satu hal yang menarik untuk dicermati.

Terpisah, Ismail Fahmi ketika dikonfirmasi secara singkat mengakui bahwa dirinya memang ada mendaftar sebagai bacalon ketua PMI Tala.

Top managaer birokrasi di lingkup Pemkab Tala ini mengatakan ingin memperluas pengabdian untuk daerah melalui kegiatan kemanusiaan di PMI Tala.

(derapwaktu.com/banyulangit)